Jejak Anak Pulau Ikuti Festival Literasi Indonesia 2018

6 – 9 September 2018

Deliserdang, Medan

Nur Fadhlan Amini “  Saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti acara Festival Literasi Indonesia 2018 di Deliserdang, Medan. Untuk pertama kalinya saya menginjakan kaki di tanah melayu dengan kaya akan budaya dan adat istiadat yang begitu menyegarkan mata dan mententramkan jiwa. Saya berfikir dengan frasa ibu pertiwi bahwa Indonesia tidak hanya mempunyai pulau – pulau yang banyak. Tetapi Indonesia kaya akan budaya diseluruh nusantara. Indonesia mempunyai beragam budaya, ras, dan agama, yang bersatu dalam Bhinneka tunggal ika. Pada saat saya tiba Di Deliserdang medan saya bertemu orang – orang yang sangat ramah. Disambut oleh masyarakat dengan hati riang dan gembira di padukan dengan tarian tradisional milik Indonesia. Perasaan saya begitu sangat senang, di tambah lagi saya bertemu dengan penggiat literasi Indonesia di bandara kualanamu yang secara besama – sama bersinergi untuk menguatkan minat baca dan indeks literasi Indonesia. penyadaran dan penguatan akan pentingnya membaca dan membaca sebagai kebiasaan dan kebudayaan menjadi perhatian dan keprihatinan bersama untuk mewujudkan cita – cita luhur bangsa Indonesia yang tertuang di dalam pembukaan UUD 1945 dan Pancasila.

            Hari Pertama, 6 September 2018. Matahari perlahan mulai membisukan sinarnya, itu tandanya pembukaan dan Malam sekapur sirih Festival Literasi Indonesia 2018 akan segera dimulai. Saya dan teman – teman penggiat literasi Indonesia 2018 menunjunjukan keberagam Indonesia dengan memakai pakaian tradisional khas daerah masing – masing. Dengan bangganya kami memakai dan memperkenalkan pakaian tradisional kepada teman – teman Penggiat literasi Indonesia 2018. Kemudian saya dan teman – teman masuk kedalam bis sambil membuat guyonan dan tertawa lepas. Tiba dilokasi tepatnya di Alun – alun Pemkab Deliserdang, saya dan teman – teman disambut oleh masyarakat dengan pakaian adat Suku Melayu Deliserdang sebagai tuan rumah dalam acara Hari Aksara Internasional 2018. Saya dan teman – teman penggiat Literasi Nasional dan Lokal disuguhkan bermacam tarian oleh tuan rumah Deliserdang. dan Festival Literasi Indonesia Tanggal 6 – 9 September 2018 resmi dibuka oleh Dirjen PAUD dan Dikmas dan Bupati Deli Serdang. Tapi yang menjadi pusat perhatian saya, pada saat acara berakhir Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mengundang seluruh undangan untuk menari bersama di atas panggung dan pada saat itu saya di minta oleh Pak Bupati untuk naik ke atas panggung untuk menari bersama. Mau tidak mau saya harus naik ke atas panggung walapun saya tidak bisa menari. Ternyata tarian itu adalah tarian mekarsari dalu dendang, tarian ini sengaja di ciptakan dalam rangka Hari Aksara Internasional 2018, hasil kreasi Dewi Kesuma Ning Ayu. Tarian ini menunjukkan keberagaman masyarakat Kabupaten Deliserdang. Bersumber dari etnis Melayu, Karo, Simalungun yang bersinergi dengan etnis yang ada di Kabupaten Deliserdang dan etnis pendatang seperti Jawa, Minang, Sunda, Betawi, Papua dan lainnya.

            Hari Kedua, 7 September 2018. Tepat pukul 8.00 WIB saya menuju ketempat acara di Alun – alun Pemkab Deliserdang. sesampainya dilokasi saya melihat banyak sekali stand yang berdiri hampir mengililingi Alun – Alun Pemkab Deliserdang. Rasa penasaran pun timbul di benak hati saya apa yang ada di dalam stand tersebut. Saya pun mendatangi stand satu persatu dari banyaknya stand yang ada. Ternyata itu adalah gerakan Literasi Nasional dari berbagai daerah yang ikut berpartisipasi dalam acara Hari Aksara Internasional 2018. Saya melihat ada bermacam – macam jenis produk yang di diperkenalkan mulai dari buku, kain khas daerah, makanan khas, dan bahkan ada hasil karya anak – anak yang begitu kreatif membuat lukisan dari kulit kerang. Setelah mengunjungi stand saya menuju panggung festival yang akan berlangsungnya acara selanjutnya yaitu bincang – bincang dan berbagi kiat sukses bersama Penerima apresiasi TBM kreatif – rekreatif. Setelah saya mendengar cerita dari penggiat Literasi ataupun pendiri TBM saya sangat beruntung bisa di pertemukan oleh orang – orang hebat seperti niat mulia mereka dengan perjuangan dari nol dan mereka berkontribusi untuk mensejahterakan kampung halaman mereka dengan mendirikan kampung literasi atau TBM ( Taman Bacaan Masyarakat) dengan hati yang ikhlas, komitmen tanpa ada balasan apapun. Tepat Pukul 12.00 WIB ISHOMA. Kemudian pukul 14.00 WIB  dilanjutkan dengan berbagai rangkaian acara kegiatan ada Aksi Literasi Pentas Puisi oleh Neni Muhidin, Firman Venayaksa dan kawan – kawan lainnya, Literasi dan Peningkatan kecakapan hidup, Nuansa Literasi Pemberdayaan masyarakat, Aksi Literasi Stand Up Comedy Ence Jangkrik, Bedah Buku ; BapakKu Indonesia ( bedah literasi budaya dan kewargaan ) oleh Kang Maman Surahman, Heru Kurniawan dan Neni Muhidin,  Diskusi interaktif; sinergi dan implementasi gerakan literasi Nasional di daerah oleh Dirjen PAUD Dikmas, Koordinator GLN, Bupati Deliserdang, dan Firman Hadiansyah. Pukul 18.15 WIB Setelah semua rangkaian acara kegiatan selesai saya menuju Hotel untuk ISHOMA. Kemudian acara dilanjutkan pukul 19.30 WIB di hotel Thong’s Inn dengan Temu Forum TBM dan Penggiat Literasi. Disini semuanya bisa sharing mengenai perkembangan, permasalahan dan hambatan mengenai Kampung Literasi dan TBM di masing – masing daerah.

            Hari Ketiga, 8 September 2018. Pukul 07.00 WIB lembaran cerita dibuka kembali di tanah melayu ini.. Tepat pukul 07.30 WIB Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional 2018 akan dilaksananakan. Saya dan Penggiat Literasi menuju ke Alun – alun Pemkab Deliserdang dan memakai jenis baju batik daerah khas Indonesia. Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional 2018 dihadiri oleh Menko PMK, Mendikbud, Dirjen PAUD dan Dikmas, dan Gubernur Sumatra Utara. Dan acara di lanjutkan Seserahan Literasi dan Peluncuran Buku Karya Peserta Residensi Literasi. Pukul 13.00 WIB acara kembali dilanjutkan oleh Penggiat Literasi di tujukan dengan adanya Aksi Literasi dan Peserta FLI. Acara pun selesai di Alun – alun Pemkab Deliserdang dan saya bersama teman – teman penggiat literasi kembali ke hotel untuk ISHOMA. Pada pukul 19.00 WIB acara di lanjutkan di hotel yaitu Diskusi bebas penyerahan rekomendasi gerakan literasi masyarakat dari FTBM ke Dirjen PAUD dan Dikmas dan Penutupan. Selepas acara penutupan selesai saya berbincang oleh salah satu pendiri TBM yang ada di Tarakan Kalimantan Utara, Pendiri TBM Danessa di Goa Makassar, dan pendiri TBM di Serang Banten.

            Hari keempat, 9 September 2018. Pukul 08.00 WIB Check Out dan bergegas menuju Bandara Kualanamu Deliserdang. “ saya memberikan ucapan terimakasih kepada teman – teman penggiat Literasi Indonesia yang telah berbagi pengalaman tentang proses pendirian kampung Literasi dan TBM. Saya bener – bener sangat bersykur dan beruntung bisa bertemu dengan mereka yang begitu peduli, impati dan ikhlas untuk membantu orang – orang yang  tidak bisa membaca dan ada juga yang tidak mengenal huruf sama sekali. Dengan niat yang ikhlas dan komitmen mereka akan terus saling bersinergi untuk pengembangan keterampilan dan budaya literasi bagi masyarakat Indonesia. saya dan teman – teman penggiat literasi Indonesia bersama – sama mengucapkan SALAM LITERASI! Ayoo MEMBACA. “ Tidak lengkap rasanya datang ketanah melayu tidak bersahutan pantun.

Kalo ada sumur diladang

Bolehlah kita menumpang mandi

Kalo ada umur yang panjang

Bolehlah kita berjumpa lagi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *