Urban Faming di Pulau Payung

JejakSeribu telah melaksanakan kegiatan workshop Urban Farming untuk warga yang berada di Pulau Payung, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 November sampai dengan 01 Desember 2019 yang diikuti oleh 20 warga yang mayoritas adalah ibu-ibu. Pelatihan ini diisi oleh Amarizni Mosyaftiani yang merupakan alumni pascasarjana IPB dan lulusan sarjana UGM yang juga CEO Rimbun Landscape , bersama dengan Sahabat JejakSeribu. Turut hadir juga Bapak Jamal selaku ketua RT di Pulau Payung. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan program JKTMUDA Dispora DKI Jakarta.

Rangkaian kegiatan Urban Farmin Training dimulai dengan penyampaian materi mengenai pertanian pesisir dengan metode pertanian organik. Peserta dijelaskan mengenai cara karakteristik pertanian organik, cara membuat pupuk organik sendiri, hingga tanaman apa saja yang berpotensi tumbuh di daerah pesisir. Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan melibatkan peserta untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD) yang terbagi dalam 2 kelompok. Pada sesi ini, kedua kelompok diberi kesempatan berdiskusi mengenai konsep penanaman yang akan dilakukan esoknya, tanaman apa saja yang ingin ditanam, hiasan apa saja yang ingin digunakan untuk mempercantik lahan tanam mereka, hingga wadah tanam dari barang-barang bekas yang bisa mereka manfaatkan kembali. Para peserta sangat aktif dan antusias dalam penyampaian materi yang interaktif ini. Tidak hanya memeragakan jargon masing-masing kelompok, mereka juga mampu mempresentasikan konsep urban farming di kelompoknya masing-masing. Setiap peserta dibekali dengan 1 buah bibit cincau jelly rambat yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Beberapa peserta terlihat langsung menanam bibit cincau tersebut setelah acara selesai.

Hari kedua diawali dengan briefing singkat mengenai praktik urban farming. Selanjutnya, setiap kelompok pergi menuju lokasi menanamnya masing-masing dengan membawa wadah tanam dan peralatan tanam penunjang lainnya. Setiap kelompok dibekali dengan buah bibit buah naga, 1 bibit jeruk purut, dan 2 bibit cabai pelangi, 5 karung media tanam, 1 pupuk cair, sekop, kuas, lem, pestisida, sarung tangan, dan lebih dari 10 jenis benih bunga, sayur, dan buah. Setiap kelompok bekerja sama untuk menghasilkan taman yang paling indah dan tertata rapi. Mulai dari pembersihan lahan, penanaman, penataan wadah tanam, penghiasan wadah tanam, hingga pemagaran lahan mereka lakukan dengan kerja sama dan antusiasme tinggi. Tidak lupa jadwal penyiraman dan perawatan juga telah ditentukan di kelompok mereka. Acara ditutup dengan pembagian media tanama serta pupuk cair, lalu foto bersama setiap kelompok dan seluruh peserta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *